NAMA : MARIA STELLA
PRODI/KELAS : ILMU ADMINISTRASI NEGARA/B
Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo dan sophia. Philo berarti gemar
akan atau mencintai, sedangkan sophia berarti kebenaran atau
kebijaksanaan. Jadi secara harafiah filsafat berarti cinta akan kebenaran
atau cinta akan kebijaksanaan.Semua orang yang belajar filsafat dan mendlminya
disebut filsuf. Tugas dari seorang filsuf adalah mempelajari segala
fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan berusaha untuk mencari
tentang hakekat dan kebenarannya secara mendalam, dengan demikian dia akan
membuat keputusan yang adil serta bertindak bijaksana. Admistrasi adalah sesuatu yang terdapat di dalam
organisasi modern dan memberikan sesuatu kepada oraganisasi tersebut, sehingga
organisasi dapat tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan yang dipimpin
oleh administrator, yang dipimpin secara kooperatif, dengan prosedur
dan metode kerja yang konkrit.
Filsafat administrasi adalah berpikir
secara matang dan mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam
materi ilmu administrasi. Filsafat membuat kita mandiri dan tidak bergantung
pada orang lain. Filsafat membantu kita untuk berpikir dan, dengan demikian,
kita akan dipandu untuk memahami dunia bersama misteri-misterinya, dunia seakan
menjadi gamblang dengan permasalahan-permasalahnnya. Ini akan membantu kita
mudah menghadapi masalah, dan kadang juga membuat kita mudah mengembangkan
pengetahuan dan menggapai keterampilan teknis. Kemandirian berpikir membuat
kita tak perlu banyak bertanya.
Hakekat administrasi itu sendiri adalah dalam
pergaulan hidup bermasyarakat, hingga pergaulan hidup tingkat internasional di
perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Pendekatan Filsafat
sangat penting peranannya terhadap penalaran manusia untuk membangun ilmu .
Sebab filsafat akan menyelidiki, menggali, dan menelusuri sejauh sedalam ,dan
seluas mungkin semua hakikat ilmu. Jika dikaitkan dengan kompetensi, kita
dicetak sebagai agent of change harus bisa mau saling
berbagi gagasan, pengetahuan, dan informasi serta berdialog dan berolah
intelektual dengan orang lain; seseorang yang mempunyai potensi harus selaras
dengan kompetensi yang dimilikinya dan dilengkapi dengan kompetensi yang sesuai
agar menjadi efektif.
Seorang
pemimpin yang bersandarkan pada teori X Kebanyakan orang secara alami menentang
kerja dan bersifat malas. Oleh karena itu, mereka harus diberi
motivasi dengan perangsang dari luar. Pada teori Y seorang memimpin memang
orang harus menggunakan cara halus, hanya sedikit mengontrol, memerintah dengan
sikap permintaan, saran ataupun sukarela, lebih bersifat menanyakan dari pada
menegur, pada lain kesempatan seorang pemimpin harus berani bertindak tegas,
melakukan control secara ketat, memberi perintah tegas, menyalahkan,
dan bahkan bila terpaksa harus berani menghukum sesuai dengan kesalahan yang
dibuat oleh bawahannya. Dan pada teori Z seorang pemimpin yang mempunyai sifat
pemalas yang harus diberi motivasi serta sifat yang berani dan rajin tanpa
harus diberi motivasi ataupun dikontrol. Teori pilihan saya yaitu SMART, dimana
seorang pemimpin yang akan membuat perubahan dalam melayani harus specivic (spesifik); measurable (dapat diukur); achievable
(dapat dicapai); relevant (sesuai kepentingan); serta timed (jelas waktunya).