Jumat, 09 Januari 2015

NAMA                        : MARIA STELLA
NIM                            : 2014210082
NO ABSEN                : 39
MAKUL                     : FILSAFAT ADMINISTRASI
KELAS                       : B
PRODI                        : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

JAWABAN NO 1 :

Pernyataan saya adalah dengan mengikuti perkuliahan filsafat administrasi saya mampu menguasai konsep teoritis yang mengacu pada materi kuliah yang diberikan yaitu masyarakat modern dan motivasi. Yang didalamnya ada  ilmu yang mempelajari asal- usul sebuah kata administrasi yang mempunyai kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang akan membentuk suatu organisasi didalam masyarakat modern. Karakter manusianya mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern, latar belakang kehidupan yang glamor, hura-hura. Etika nya sesuai perkembangan dan cara beradaptasi nya bisa mengikuti dari negara lain dan motivasi untuk negara nya yaitu kerja keras, pantang menyerah, menjaga kehormatan, rajin membaca dan menjaga tradisi.

Selasa, 11 November 2014

ARTIKEL ANALISA FILSAFAT ADMINISTRASI

NAMA               : MARIA STELLA
PRODI/KELAS  : ILMU ADMINISTRASI NEGARA/B

     Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo dan sophia. Philo berarti gemar akan atau mencintai, sedangkan sophia berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Jadi secara harafiah filsafat berarti cinta akan kebenaran atau cinta akan kebijaksanaan.Semua orang yang belajar filsafat dan mendlminya disebut filsuf. Tugas dari seorang filsuf adalah mempelajari segala fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan berusaha untuk mencari tentang hakekat dan kebenarannya secara mendalam, dengan demikian dia akan membuat keputusan yang adil serta bertindak bijaksana. Admistrasi adalah sesuatu yang terdapat di dalam organisasi modern dan memberikan sesuatu kepada oraganisasi tersebut, sehingga organisasi dapat tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan yang dipimpin oleh administrator, yang dipimpin secara kooperatif, dengan  prosedur dan metode kerja yang konkrit.
     Filsafat administrasi adalah berpikir secara matang dan mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi. Filsafat membuat kita mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Filsafat membantu kita untuk berpikir dan, dengan demikian, kita akan dipandu untuk memahami dunia bersama misteri-misterinya, dunia seakan menjadi gamblang dengan permasalahan-permasalahnnya. Ini akan membantu kita mudah menghadapi masalah, dan kadang juga membuat kita mudah mengembangkan pengetahuan dan menggapai keterampilan teknis. Kemandirian berpikir membuat kita tak perlu banyak bertanya.
     Hakekat  administrasi itu sendiri adalah dalam pergaulan hidup bermasyarakat, hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Pendekatan Filsafat sangat penting peranannya terhadap penalaran manusia untuk membangun ilmu . Sebab filsafat akan menyelidiki, menggali, dan menelusuri sejauh sedalam ,dan seluas mungkin semua hakikat ilmu. Jika dikaitkan dengan kompetensi, kita dicetak sebagai agent of change harus bisa mau saling berbagi gagasan, pengetahuan, dan informasi serta berdialog dan berolah intelektual dengan orang lain; seseorang yang mempunyai potensi harus selaras dengan kompetensi yang dimilikinya dan dilengkapi dengan kompetensi yang sesuai agar menjadi efektif.
     Seorang pemimpin yang bersandarkan pada teori X Kebanyakan orang secara alami menentang kerja dan bersifat malas.  Oleh karena itu, mereka harus diberi motivasi dengan perangsang dari luar. Pada teori Y seorang memimpin memang orang harus menggunakan cara halus, hanya sedikit mengontrol, memerintah dengan sikap permintaan, saran ataupun sukarela, lebih bersifat menanyakan dari pada menegur, pada lain kesempatan seorang pemimpin harus berani bertindak tegas, melakukan control secara ketat, memberi  perintah tegas, menyalahkan, dan bahkan bila terpaksa harus berani menghukum sesuai dengan kesalahan yang dibuat oleh bawahannya. Dan pada teori Z seorang pemimpin yang mempunyai sifat pemalas yang harus diberi motivasi serta sifat yang berani dan rajin tanpa harus diberi motivasi ataupun dikontrol. Teori pilihan saya yaitu SMART, dimana seorang pemimpin yang akan membuat perubahan dalam melayani harus specivic  (spesifik); measurable (dapat diukur); achievable (dapat dicapai); relevant (sesuai kepentingan); serta timed (jelas waktunya).